BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Wisata budaya nusantara adalah tema yang diambil oleh kelompok 1. Begitu heterogennya budaya nusantara yang ada di Indonesia, maka kelompok kami pun memilih wisata budaya prosesi pemotongan rambut gimbal di daerah dataran tinggi Dieng Wonosobo. Belum tereksposnya wisata budaya ini, maka kelompok kami pun akan menguak sisi lain wisata Dieng yang unik dan menarik. Untuk merealisasikan ide tersebut, kelompok kami akan menyajikan melalui media film, poster, banner dan website sesuai dengan teknik-teknik komunikasi yang telah disampaikan dalam materi kuliah.
Pada tugas besar mata kuliah Teknik Komunikasi tahun 2011 ini terdapat dua pilihan tema yang disediakan kepada mahasiswa, yaitu Wisata Budaya Nusantara dan Bencana Alam di Indonesia. Dua tema di atas adalah patokan utama kepada mahasiswa untuk menyusun tugas dan laporan tugas besar. Pada tugas kali ini kelompok kami memilih tema Wisata Budaya Nusantara. Kenapa kita memilih tema wisata budaya? Karena banyak tempat wisata budaya di Indonesia contohnya seperti daerah dataran Dieng Wonosobo, Candi Borobudur, Candi Prambanan dan lain-lain.
Dalam tugas ini kami membahas tentang wisata budaya “Prosesi Pemotongan Rambut Gimbal”, yang ada di daerah dataran tinggi Dieng Wonosobo karena wisata budaya ini belum terlalu terekspos oleh masyarakat Indonesia, cerita.
Menurut mitos, di daerah Dataran Dieng dimana tempat adanya prosesi Rambut Gimbal dahulu kala ada seorang kiayi berambut panjang dan gimbal yang pertama membuka daerah tersebut, dan dahulu ia bersumpah bila belum sampai memajukan daerah tersebut ia tidak akan memotong rambut dan tidak akan pernah mandi. Sampai sekarang mitos tersebut masih ada dan anehnya hanya anak di daerah itu saja yang rambutnya gimbal.
Biasanya tanda-tanda pertama anak yang akan berambut gimbal adalah gejalanya sakit berhari-hari dan anak yang berambut gimbal di daerah tersebut akan diistimewakan, seperti permintaannya pasti akan dikabulkan dan jika tidak di kabulkan anak tersebut akan sakit-sakitan hingga berhari-hari sampai permintaannya tersebut dikabulkan dan terjadilah Prosesi Rambut Gimbal. Oleh karena itu kelompok kami membahas tentang wisata budaya di Dieng karena selain belum terekspos, wisata budaya ini sangat unik.
1.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan tugas dengan tema “Wisata Budaya Nusantara” Anak Rambut Gimbal ini adalah untuk memperkenalkan budaya Anak Rambut Gimbal kepada masyarakat umum melalui media film, blog, dan banner.
1.3 Sasaran
Untuk memenuhi tujuan pembuatan tugas ini, maka sasaran yang hendak dicapai adalah:
a. Pemahaman mengenai teknik komunikasi sebagai acuan dalam pembuatan tugas.
b. Pengenalan dan identifikasi tema yang dipilih yaitu mengenai Rambut Gimbal.
c. Merancang poster dengan tema yang berkaitan dengan wisata budaya nusantara khususnya Rambut Gimbal.
d. Merancang (design) web untuk memuat informasi tema yang dipilih, tugas-tugas yang dibuat dan profi lkelompok.
e. Membuat film sebagai kampanye publik (public campaign) terhadap penerapan bagaimana wisata budaya “Anak Rambut Gimbal”.
1.4 Ruang Lingkup
1.4.1 Ruang Lingkup Materi
Ruang lingkup materi dalam pembuatan laporan ini mencakup:
· Anak Rambut Gimbal merupakan fenomena budaya yang memiliki keunikan sendiri sehingga memiliki aspek-aspek yang ada di dalamnya..
· Langkah kerja pembuatan poster, website, dan film.
1.4.2 Ruang Lingkup Wilayah
Batasan wilayah yang kami ambil adalah daerah sekitar Wonosobo dan sekitarnya yang memiliki tradisi anak rambut gimbal.
1.4.3 Ruang Lingkup Objek
Sasaran objek pemirsa kami adalah masyarakat umum pada umumnya. Sesuai dengan tujuan utama kami yaitu memperkenalkan adanya anak rambut gimbal, yang mungkin tidak semua orang tahu. Serta khususnya masyarakat
1.4 Rincian Anggota Kelompok
NO | NAMA | NIM | PENANGGUNG JAWAB | TTD |
1 | Handayani Hutapea | 21040110120047 | Pembuatan poster | |
2 | Viyona L. Sembiring | 21040110120001 | ||
3 | Sonia Sara Hiskia | 21040110141017 | Website /blog | |
4 | Cahyaning Kartika | 21040110141027 | ||
5 | Abdul Baari | 21040110120023 | Skenario dan film | |
6 | Andy Hermawan | 21040110141045 | ||
7 | Freska Ilmiajayanti | 21040110120035 | Laporan | |
8 | Dudung Hamdani | 21040110141043 |
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Teknik Komunikasi
2.1.1 Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
Selain itu dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi yang baik sangat penting untuk berinteraksi antar personal maupun antar masyarakat agar terjadi keserasian dan mencegah konflik dalam lingkungan masyarakat.
Dalam hubungan bilateral antar negara diperlukan juga komunikasi yang baik agar hubungan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar. Adapun manfaat dari mempelajari teknik komunikasi yaitu agar kita mengetahui cara-cara berkomunikasi yang baik dan sesuai agar nantinya dalam menyampaikan informasi yang akan kita sampaikan tidak terjadi salah paham di antara ke dua belah pihak yang berkomunikasi.
Hal ini tentu saja berhubungan dengan mengkampanyekan informasi yang akan kita sampaikan terhadap publik, karena dalam mengkampanyekan suatu informasi dibutuhkan teknik/cara berkomunikasi yang baik agar penyampaiannyapun dapat dimengerti oleh khalayak ramai.
Menurut beberapa pakar perencanaan, komunikasi merupakan salah satu modal dasar interaksi dalam proses pembangunan. Oleh karena itu, mahasiswa dari jurusan perencanaan perlu mendapatkan mata kuliah teknik komunikasi.
Teknik komunikasi sendiri adalah mata kuliah yang mempelajari prinsip, metode, dan praktik komunikasi. Mata kuliah teknik komunikasi berfungsi untuk melatih calon planner agar lancar dalam berkomunikasi untuk mempermudah proses perencanaan. Jenis media komunikasi ada beberapa macam antara lain media cetak, media visual, media audio, dan media audio-visual.
2.1.2 Teori Dasar Skenario
Skenario adalah unsur yang paling penting dalam sebuah produksi film atau (televisi) karena merupakan unsur yang dibutuhkan paling awal sebagai rancangan untuk membuat film. Dengan sebuah skenario yang baik, sebuah film telah selesai dibuat dalam bentuk tertulis. Bagian- bagian dari scenario antara lain :
1. Cerita dasar
Sebelum membuat scenario kita harus tahu apa yang akan kita tulis. Jangan tergesa – gesa untuk segera menuliskan adegan pertama. Yang pertama kita butuhkan adalah cerita dasar (Basic Story), sebuah penjelasan tentang siapa, kapan, kenapa, dimana, dan bagaimana dari hal yang ingin kita buat dalam skenarionya. Cerita dasar boleh juga kita istilahkan sebagai synopsis umum atau synopsis global.
2. Setting atau lokasi
Untuk membuat adegan, kita harus menentukan setting dan lokasi (tempat adegan berlangsung)terlebih dahulu. Ini akan memudahkan kita untuk menentukan adegan. Penjelasan setting ini, selain berguna bagi kita ketika membuat skenario juga berguna sebagai petunjuk bagi set builder untuk membangun set di studio atau bagi unit produksi untuk mencarikan bangunan yang akan dijadikan sebagai set yang sesuai dengan tuntutan skenario.
· Sinopsis
Sebelum menulis skenario, kita harus pastikan cerita yang akan diskenariokan. Jangan sampai mereka–reka cerita ketika skenarionya dibuat. Cerita tersebut bisa dibuat secara ringkas namun haus memuat unsur tokoh, waktu dan tempat kejadian permasalahan, perkembangan masalahn dan penyelesaianya.
· Alur cerita
Apabila synopsis yang sudah kita buat akan dikembangkan menjadi skenario untuk pembuatan film, kita uraikan lagi sinopsis itu menjadi sebuah alur cerita yang terbagi menjadi beberapa scene. Tujuan dari pembuatan alur cerita ini adalah untuk menciptakan perkembangan persoalan dan unsur dramatik yang bisa selesai dalam satu fase disetiap scenenya.
2.1.3 Teori Dasar Poster
Poster adalah salah satu media komunikasi visual berbentuk dua dimensi. Tujuan dibuanya poster adalah untuk menyampaikan suatu keinginan, mengumumkan sesuatu, agar diketahui masyarakat dan mengingatkan mereka tentang hal-hal yang dianggap penting dan bahkan mengajak masyarakat untuk berbuat sesuatu seperti yang diposterkan.. Sebagai media komunikasi visual, maka keberadaan poster menjadi media yang sangat efektif dan penting, artinya poster bisa membawa masyarakat untuk berkomunikasi dengan cara timbal balik, selanjutnya mengadakan suatu tindakan atas pengaruh komunikasi tersebut.
Poster bisa menjadi sarana iklan, pendidikan, propaganda dan juga dekorasi. Selain itu, poster dapat pula berupa salinan karya seni terkenal.
Beberapa ketentuan pembuatan poster adalah sebagai berikut :
a. Setiap poster harus memiliki judul, penulis, instansi, abstrak, pendahuluan, tujuan, metode, hasil dan kesimpulan.
b. Ukuran font dianjurkan 20 atau lebih.
c. Print-out pada kertas dengan ukuran A1 (60 x 85 cm) dengan layout orientation portrait.
Dalam pembuatan poster, gambar-gambar dan karikatur dirancang sedemikian rupa supaya menarik perhatian calon pembaca sehingga pesan yang terdapat dalam poster tersebut dapat tersampaikan dengan baik serta disajikan komunikatif.
2.1.4 Teori Dasar Website
Internet adalah jaringan global yang terbentuk dari jaringan computer di seluruh dunia yang saling terhubung dan dapat saling berkomunikasi (Nurini, 2007). Internet bermanfaat untuk mencari, menyampaikan informasi dan berkomunikasi. Salah satu elemen dari internet adalah website. Website itu sendiri adalah sebuah tempat di internet yang siapa saja di dunia ini dapat mengunjunginya (Nurini, 2007).
Website atau situs juga dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink).
Website itu sendiri bertujuan sebagai media pendidikan, komersil, informasi dan lain-lain. Salah satu cara untuk menarik pengunjung ke dalam suatu website adalah dengan pembuatan website yang ideal. Syarat membuat website yang ideal antara lain (Nurini, 2007):
1. Memiliki navigasi yang mudah.
2. Memuat topik yang berkualitas.
3. Tampilan desain yang menarik.
4. Memiliki tampilan grafis yang bagus.
5. Up to date.
Untuk mengupload sebuah web ke dalam internet sehingga dapat dikunjungi oleh pengguna internet di seluruh dunia maka dibutuhkan web hosting.(Nurini, 2007). Untuk meminimalisasi biaya untuk upload sebuah web, dapat digunakan free web hosting.
Untuk menyediakan sebuah website, maka harus tersedia unsur-unsur penunjangnya, adalah sebagai berikut:
1. Nama domain (Domain name/URL - Uniform Resource Locator)
Nama domain atau biasa disebut dengan Domain Name atau URL adalah alamat unik di dunia internet yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah website, atau dengan kata lain domain name adalah alamat yang digunakan untuk menemukan sebuah website pada dunia internet. Contoh : http://www.blogspot.com
2. Rumah tempat website (Web hosting)
Web Hosting dapat diartikan sebagai ruangan yang terdapat dalam harddisk tempat menyimpan berbagai data, file-file, gambar, video, data email, statistik, database dan lain sebagainya yang akan ditampilkan di website. Besarnya data yang bisa dimasukkan tergantung dari besarnya web hosting yang disewa/dipunyai, semakin besar web hosting semakin besar pula data yang dapat dimasukkan dan ditampilkan dalam website.
3. Bahasa Program (Scripts Program)
Merupakan bahasa yang digunakan untuk menerjemahkan setiap perintah dalam website yang pada saat diakses. Jenis bahasa program sangat menentukan statis, dinamis atau interaktifnya sebuah website. Semakin banyak ragam bahasa program yang digunakan maka akan terlihat website semakin dinamis, dan interaktif serta terlihat bagus.
4. Desain website
Setelah melakukan penyewaan domain name dan web hosting serta penguasaan bahasa program (scripts program), unsur website yang penting dan utama adalah desain. Desain website menentukan kualitas dan keindahan sebuah website.
5. Program transfer data ke pusat data
Para web designer mengerjakan website dikomputernya sendiri. Berbagai bahasa program, data informasi teks, gambar, video, dan suara telah menjadi file-file pendukung adanya website. File tersebut bisa dibuka menggunakan program penjelajah (browser) sehingga terlihatlah sebuah website utuh di dalam komputer sendiri (offline). Tetapi file-file tersebut perlu untuk diletakkan dirumah hosting versi online agar terakses ke seluruh dunia.
6. Publikasi website
Keberadaan website tidak ada gunanya dibangun tanpa dikunjungi atau dikenal oleh masyarakat atau pengunjung internet. Karena efektif tidaknya situs sangat tergantung dari besarnya pengunjung dan komentar yang masuk. Konsep pembuatan website yang kelompok kami buat yaitu dengan menampilkan isi-isi website yang membahas tentang bagaimana prosesi rambut gimbal ini terjadi dan kami memasukkan cuplikan beberapa adegan film yang kami buat. Pembuatan web tersebut menggunakan fasilitas bllogspot dengan tahapan sebagai berikut :
1. Planning : merencanakan tujuan dan bentuk web yang akan dikembangkan;
2. Design : penyusunan desain web atau website structure;
3. Developing : pembuatan script atau isi web, penambahan lain yang dibutuhkan serta link-link yang digunakan;
4. Web Upload : setelah web selesai dibuat, tahapan berikutnya adalah pemasangan website hasil karya kita ke web hosting;
5. Promotion : memasang web ke berbagai directory dan search engine;
6. Web Maintanance : pengelolaan web seperti data update, screening (mencantumkan komentar), dll.
2.1.5 Teori Dasar Film
Film adalah salah satu bentuk karya seni audio visual yang menjadi fenomena dalam kehidupan modern, setelah ditemukan media untuk mengapresiasikan tentunya.
Sebagai objek seni, film dalam prosesnya berkembang menjadi salah satu bagian dari kehidupan sosial yang tentunya memiliki pengaruh yang cukup signifikan dan luas pada manusia yang notabenya sebagai penonton. Hal ini sesuai yang dikatakan oleh Sumarno (1998) yang mengatakan bahwa film merupakan seni mutakhir dari abad 20 yang dapat , menghibur, mendidik, melibatkan perasaan, merangsang pemikiran dan memberikan dorongan terhadap penontonnya. Dunia film pada dasarnya juga sebuah bentuk pemberian informasi kepada masyarakat.
Film juga memiliki kebebasan dalam menyampaikan informasi atau pesan-pesan dari pembuat film kepada penontonnya.
Dalam pembuatan film tersebut, kelompok kami menggunakan software Ulead (salah satu software untuk membuat film) dengan tahapan pembuatan film yang meliputi :
a. Menentukan tema film yang diangkat yaitu mengenai Wisata budaya Nusantara berjudul “Mahakarya Rambut Gimbal”.
b. Pembuatan skrip narative film, hingga menentukan lokasi pengambilan gambar.
c. Mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan.
d. Penentuan lokasi dan jadwal syuting
e. Pengambilan gambar (syuting).
f. Editing menggunakan Ulead, dengan menambahkan gambar-gambar yang mendukung tema film dan melakukan dubbing serta mengisikan potongan lagu-lagu tertentu yang disesuaikan dengan kondisi/keadaan film.
2.1.6 Teknik Pengambilan Gambar
Dalam proses pengambilan gambar/ shooting, kami menggunakan handycam yang didukung dengan menggunakan fasilitas tripod untuk menjaga kestabilan saat pengambilan gambar berlangsung, sehingga hasil yang didapatkan maksimal.
Selain itu kami juga menggunakan fasilitas dari handycam yaitu zoom in dan zoom out supaya daerah yang terletak jauh dari tempat pengambilan gambar lebih terlihat jelas dan juga kedua hal tersebut bisa digunakan untuk menimbukkan kesan tertentu/ menimbulkan effect.
Pengambilan gambar akan kita lakukan dengan beberapa cara, yaitu:
1. Dengan menggunakan tripod
Keadaan seperti ini cotohnya dilakukan dalam pengambilan scene yang diperlukan dalam kondisi diam.
2. Tanpa Tripod
Cara ini digunakan untuk menambil adegan-adegan dimana diperlukan pergerakan-pergerakan yang luas. Sebagai gantinya, cara ini kita akan lakukan dengan memprioritaskan kestabilan tangan, sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih baik.
2.2 Media Peralatan dan Software yang Dibutuhkan
a. Media Peralatan
Berikut ini adalah media dan sarana yang digunakan untuk menunjang pembuatan karya dalam tugas Teknik Komunikasi, antara lain:
· Transportasi
Transportasi yang digunakan dalam menuju lokasi pengambilan gambar adalah sepeda motor.
· Digital Camera
Dalam pengambilan gambar untuk bahan pembuatan film dokumenter, menggunakan kamera digital.
· Komputer dan printer
Komputer/laptop sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan tugas ini, mulai dari pembuatan laporan skenario, membuat poster, website serta pembuatan dan pengeditan film. Printer digunakan dalam pencetakan laporan skenario dan juga poster.
b. Software
· Microsoft Word
Program ini digunakan untuk mengolah data yang digunakan untuk membuat laporan skenario.
· Ulead
Ulead adalah salah satu program komputer yang digunakan untuk pembuatan dan pengeditan film.
· Corel Draw dan Photoscape
Program ini digunakan untuk mendukung pembuatan poster
2.3 Sejarah Rambut Gimbal
Gimbal dalam bahasa Jawa berarti bergumpal. Fenomena rambut gimbal ini bermula dari kepercayaan masyarakat terhadap Kyai Kolodete yang merupakan cikal bakal pendiri Kabupaten Wonosobo. Bagi masyarakat Wonosobo, anak yang memiliki rambut gimbal dianggap bisa membawa musibah atau masalah dikemudian hari, tapi bila diruwat anak tersebut dipercaya akan mendatangkan rejeki. Di samping itu ruwatan ini bertujuan agar si anak bisa hidup dengan rambut yang normal. Bila anak yang berambut gimbal ini dicukur tanpa melakukan ruwatan bisa jadi rambut gimbal tersebut tumbuh lagi dan kemungkinan anak tersebut bisa sakit-sakitan.
Gambar 1.1 Prosesi Pemotongan Rambut
Sumber: dieng-indonesia.net/wp-content/uploads/2010/04/gimbal8-300x200.jpg
Gambar 1.2 Iringan Musik Ritual Pemotongan Rambut
Sumber: dieng-indonesia.net/wp-content/uploads/2010/04/6-300x200.jpg
Fenomena anak gimbal terjadi di sejumlah desa yang berada di dataran tinggi di Jateng. Anak-anak asli Dieng yang berusia 40 hari sampai enam tahun berambut gimbal. Anak berambut gimbal kadang bertingkah tidak seperti anak seumurnya. Dia sering menyendiri dan asyik dengan dunianya. Hal tersebut dianggap wajar. Sebab, masyarakat setempat percaya bahwa anak tersebut tengah bercengkerama dengan teman gaibnya. Anak gimbal ini dipercayai merupakan titipan dari penguasa alam gaib dan membawa keberuntungan.
Anak gimbal pada awalnya terserang demam dengan suhu tubuh yang sangat tinggi, disertai Ngromet (Jawa) atau menggigau waktu tidur (gejala psikis). Gejala-gejala ini tidak bisa diobati sampai akhirnya akan normal dengan sendirinya tetapi rambut sang anak akan menggimbal. Rambut inilah yang dipercayai titipan dari penguasa alam gaib. Rambut gimbal tersebut baru bisa dipotong setelah adanya permintaan dari si anak sendiri.
Mengenai penguasa alam yang yang menitipkan rambut gimbal tersebut terdapat dua versi. Pada versi pertama, dan paling umum beredar di masyarakat luas, dipercayai rambut gimbal tersebut merupakan titipan dari Kyai Kolodete, nenek moyang masyarakat Dieng yang pertama kali membuka desa tersebut. Konon, Kyai Kolodete bersumpah tidak akan memotong rambutnya dan tidak akan mandi sebelum desa yang dibukanya makmur. Kelak keturunannya akan mempunyai ciri seperti dirinya. Itu pertanda akan membawa kemakmuran bagi desa yang ditinggalinya.
Sedangkan versi kedua meyakini bahwa rambut gimbal tersebut adalah titipan dari Kanjeng Ratu Kidul di Pantai Selatan selaku penguasa alam gaib. Mitos ini diyakini secara turun temurun oleh masyarakat sekitarnya yang dulunya sebagian besar menganut kepercayaan Kejawen. Mereka tidak berani melanggar pantangan-pantangan menyangkut mitos anak gembel ini, seperti memotong rambut gimbal tersebut sebelum si anak meminta untuk dipotong. Pelanggaran terhadap pantangan ini diyakini akan mengakibatkan anak sakit keras dan rambutnya kembali gimbal.
Gambar 1.3
Sumber: dieng.yogyes.com/en/see-and-do/other/anak-gimbal/Anak-Gimbal.jpg
Selain ritual-ritual yang harus dilakukan, sang orang tua juga harus memenuhi permintaan anaknya. Apapun permintaan mereka, seaneh dan sesulit apapun, harus disediakan pada saat prosesi pemotongan rambut. Ada-ada saja yang diinginkan oleh mereka. Dari yang wajar seperti sepeda atau sepasang ayam, yang aneh seperti sebumbung kentut, hingga yang sulit dipenuhi seperti satu truk sapi atau mobil sedan. YogYES sempat membayangkan betapa repotnya bila memiliki anak gimbal seperti ini. Apalagi masyarakat percaya bahwa semua keinginannya harus dipenuhi karena kalau tidak maka si anak akan menderita sakit.
Namun ternyata tidak. orang Dieng menganggap bahwa anak gimbal adalah berkah yang akan membawa keberuntungan bagi mereka. Permintaan yang sulit pun cukup fleksibel dan bisa diakali. Bila si anak meminta satu truk sapi misalnya, si orangtua cukup membeli satu kilogram daging sapi dan meletakkannya di atas truk. Permintaan mobil sedan pun bisa dikabulkan dengan membelikan mainan berupa mobil-mobilan berbentuk sedan.
Ruwatan Cukur Rambut Gembel atau Gimbal bertujuan untuk menghilangkan rambut gimbil agar si anak memiliki rambut yang normal, Selain itu si anak yang dicukur rambutnya agar memperoleh keberkahan dan kesehatan. Untuk melakukan ruwatan Cukur Rambut Gembel atau Gimbal tokoh spiritual harus memandikan anak tersebut dengan menggunakan air kramat di kawasan Dataran Tinggi Dieng seperti di Goa Sumur. Prosesi ruwatan cukur rambut gimbal dilengkapi dengan sesajen berupa tumpeng putih dengan dihiasi buah-buah yang ditancapkan, jajanan pasar, 15 jenis minuman dan permintaan anak.
Setelah memanjatkan doa, tokoh spiritual mengusapi kepala Si anak dengan kemenyan, barulah memotong rambut gembel tersebut dengan sebelumnya memasukkan cincin yang dianggap magis ke tiap helai rambut gembel lalu mencukurnya satu-satu. Rambut yang telah dicukur lalu dibungkus dengan kain putih lalu kemudian dibuang di Telaga Warna Dieng atau ke sungai.
BAB III
KONSEP DESAIN
3.1 Desain Poster
Dalam pembuatan poster ini, kami memberi komposisi sebuah deskripsi mengenai bagaimana keadaan di sekitar Dieng, Wonosobo tempat Rambut Gimbal tersebut berada. Dengan begitu, poster ini bertujuan untuk memperkenalkan Budaya Rambut Gimbal yang selama ini belum tentu semua masyarakat Indonesia mengetahui akan adanya Budaya Rambut Gimbal. Ini menunjukan bahwa kita sebagai generasi penerus jangan sampai melupakan peradaban yang ada di Indonesia, khususnya Rambut Gimbal tersebut. Adapun keterangan-keterangan dari poster yang kami buat adalah sebagai berikut :
Gambar | Keterangan |
Ø Background: a. Anak Rambut Gimbal b. Candi Dieng c. Telaga Warna d. Gunung di daerah Dieng e. Berwarna biru dan gradasi hijau Ø Tulisan: a. Tahoma 72 dan Verdana 48, 18, 14 b. Warna Putih, merah dan hitam | Budaya tradisi Rambut Gimbal masih banyak yang belum mengetahui dan terlupakan oleh peradaban sehingga dengan berlatarkan di balik gunung, disisipkan Anak Rambut gimbal yang seolah-olah akan pergi karena banyak yang melupakannya. Selain itu diberi juga sentuhan Candi Dieng yang seolah-olah berada di dekat Telaga Warna karena itu merupakan tempat dari prosesi Rambut Gimbal tersebut dilaksanakan. Poster ini sengaja diberi pewarnaan biru yang terkesan suasana yang tenang di siang hari dan sejuk yang berada disekitar pegunungan dengan lahan hijaunya. Pada pembuatan di Photoshop ini digunakan font penulisan Tahoma 72 di penamaan judul poster untuk penekanan dan menggunakan warna putih, font Verdana 48 untuk penjelasan di dalam poster tersebut dan untuk nama produksi film diberikan font verdana 18 berwarna merah serta nama-nama anggota kelompok Verdana 14 berwarna hitam. |
3.1 Desain Website
Hasil yang diharapkan akan didapatkan dari website yang kami buat adalah menampilkan informasi-informasi mengenai kebudayaan Rambut Gimbal Dieng sehingga salah satu budaya unik yang dimiliki oleh Indonesia semakin dikenal dan diketahui oleh masyarakat.
Dalam pembuatan website ini, kelompok kami menggunakan Blogger. Alamat website kami adalah www.3gproduction.blogspot.com. Adapun isi dari website yang kami buat adalah berupa:
§ Menampilkan artikel-artikel yang berkaitan dengan budaya Rambut Gimbal Dieng, disertai dengan foto-foto
§ Pemuatan motion picture berupa film yang berisikan tentang wisata budaya Rambut Gimbal Dieng
§ Desain poster kelompok 1 mengenai wisata budaya Rambut Gimbal yang ada di Dieng
§ Galeri yang memuat berbagai foto baik selama kumpul kelompok, hingga pembuatan film serta pengeditannya
§ Link-link ke Universitas, Fakultas dan Jurusan
§ Profil, foto dan link ke blog masing-masing anggota kelompok 1
Keterangan:
1. Judul blog yang diambil dari nama produksi film kami yaitu 3G Production yang ditulis menjadi Teri Ji (3G) Production dengan kepanjangan Gimbal, Gembel dan Gembul. Judul blog sengaja dibuat berwarna putih agar terlihat simple.
2. Halaman web yang memuat tentang berbagai informasi mengenai tugas dan sebagainya. Halaman pertama atau homepage yang dinamai campur-campur berisi tentang teknik komunikasi, rambut gimbal dan beberapa curhatan. Halaman kedua dan seterusnya secara berurutan yakni berisi tentang Laporan, Poster, Film, Profil anggota kelompok dan Behind The Scene dalam pembuatan film
3. Contoh postingan di halaman web pertama yang berisi tentang curhatan mengenai asistensi
4. Beberapa link yang dapat menyambungkan ke Undip, Fakultas Teknik, Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, serta ke blog anggota kelompok 1.
3.3 Desain Film
3.3.1 Bentuk Skenario
Bentuk skenario dari film ini adalah non-naratif, dengan menampilkan rangkaian gambar dan film dari awal hingga akhir.
3.3.2 Genre
Genre dari film ini adalah drama petualangan - dokumenter
3.3.3 Durasi
Film ini akan disajikan dalam waktu sekitar 15 menit
3.3.4 Alur
Alur pada film ini menggunakan alur maju
3.3.5 Penulisan Naskah
Ø Sinopsis :
Menceritakan sepasang adik dan kakak bernama Bolang dan Baling, mahasiswa Planologi Undip, yang akan pergi ke Ambarawa untuk mengetahui misteri rambut gimbal pada libur kuliahnya. Karena rasa ingin tahu yang luar biasa, maka pergilah mereka ke sana dengan bekal yang seadanya. Di sana mereka bertemu dengan dua orang wisatawan dari Batak, Leon dan Cimen, yang tanpa disadari mereka juga mahasiswa satu kampus di Planologi Undip. Pertemuan mereka menjadikan mereka berempat sebagi sahabat. Di tengah perjalanan, mereka menjumpai anak dengan rambut gimbal yang mereka cari-cari. Karena penasaran mereka bertemu dengan ibu Inem, penjual di daerah Candi Gedong Songo. Ibu itu tau mengenai kisah rambut gimbal karena anaknya yang juga salah satu anak rambut gimbal di sana.
Ø Karakter dan Penokohan
Nama | Tokoh | Karakter |
Abdul Baari | Baling | Cerdas, suka bersenang-senang, namun pendiam |
Dudung Hamdani | Baling | Polos, culun, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi |
Freska | Ibu Bolang – Baling | Perhatian, sayang terhadap anaknya |
Viyona | Leon | Baik hati, banyak ingin tahu, feminin |
Handayani | Cimen | Keras kepala, namun setia kawan, tomboy |
Sonia | Ibu Inem (pemilik warung) | Ramah, informatif |
Andy | Rambut Gimbal | Misterius, pendiam |
Andy dan Cahyaning | Narator 1 dan Narator 2 | -- |
Ø Cerita film
Menceritakan suatu kisah yang hampir terlupakan. Kami kemas dalam cerita ringan yang menghibur. Mengungkap kisah rambut gimbal yang mungkin tidak semua orang tahu. Dan inilah cerita anak gimbal. Sebuah tradisi yang terlupakan oleh peradaban dalam petualangan Bolang – Baling.
· Opening
Cerita : mengenalkan tokoh Bolang dan Baling
Lagu tema : Masih Ada
Durasi : 2 menit
Lokasi : Kampus Planologi Undip
Monolog : hai, namaku Bolang, mahasiswa teknik Planologi Undip. Dan ini
adik aku, Baling. Hmm.. kakak adik Bolang – Baling, kaya nama
makanan aja
· Scene 1 – kampus Planologi
Cerita : mengambil nilai ujian dan pengenalan anak rambut gimbal
Lagu Tema :
Durasi : 2 menit
Lokasi : Kampus Planologi Undip
Dialog
Bolang : bal, aku duluan yah?
Baling : emang mau kemana?
Bolang : ke kantin... eh titip nilai ya di TU?
Baling : he? Kantin yang baru kan? Iya deh iya...
· Scene 2 – kampus Planologi
Cerita : melihat anak rambut gimbal
Lagu tema :
Durasi : 1-2 menit
Lokasi : kantin kampus
Dialog
Bolang : hei bal
Baling : eh, ngapain tuh?
Anak rambut gimbal titisan sang dewa? Apaan tuh?
Bolang : ini.... anak rambut gimbal... di Wonosobo...
Baling : aneh banget... emang ada?
Bolang : ada...
Baling : eh, gimana kalo liburan ini kita ke sana aja? Izin ibu dulu..
Bolang : ayok....
Baling : iya udah... buruan ... laptopnya dimati’in dulu ... kita bilang ibu...
Bolang : yuk yuk yuk...
· Scene 3 – minta izin
Cerita : meminta izin kepada ibu Bolang Baling untuk pergi berlibur
Lagu tema :
Durasi : 1 menit
Lokasi : Rumah
Dialog
Bolang : bu, besok liburan ini kita mau ada rencana jalan – jalan
Ibu : emang kalian mau kemana... bukannya bulan kemarin kalian
sudah ke Bali? Kalian ini kayak sudah ga betah aja di rumah?
Baling : kan ini hobbi bu... jadi gimana?
Ibu : ya sudah, hati – hati... kapan mau berangkat?
Bolang : besok lusa bu
· Scene 4 – persiapan dan perjalanan
Cerita : Bolang dan Baling menyiapakan bekal jalan – jalan mereka dan
cerita perjalanan mereka naik sepeda motor
Lagu tema : pop beat
Durasi : 2 menit
Lokasi : depan kos Freska – jalan menuju Gedong Songo
Dialog
Bolang : udah siap belum Bal? Jangan lama – lama... keburu siang
Baling : udah Bol, let’s go berangkat !
· Scene 5 –perkenalan dengan Leon dan Cimen
Cerita : kegiatan Bolang – Baling di Gedong Songo dan perkenalan
mereka dengan Leon dan Cimen
Lagu tema : instrumental
Durasi : 4 menit
Lokasi : Candi Gedong Songo
Dialog
Bolang : udah sampe ni,, mau kemana kita?
Baling : coba aja kita jalan dulu Bol.. siapa tahu ntar kita ketemu anak
gembel itu?
Bolang : anak gimbal... elu itu yang gembel... hahaha
Baling : enak aja.... udah, kita jalan dulu aja... coba kita ke sana ( menunjuk
salah satu candi)
Bolang : boleh dah.........
Baling : eh Bol, ada mangsa tuh
Bolang : apaan?
Baling : cewek.... kita ajak kenalan gih.
Baling : halo – halo.... pada mau ke mana? Boleh kenalan? Saya Baling
Bolang : saya Bolang...hehehe..
Leon : hai... boleh – boleh... saya Leon... ini sahabat saya...
Cimen : Cimen..
Leon : ngapain kalian ke sini?
Baling : libur kuliah... ini kita penasaran sama cerita rambut gimbal...
Cimen : kuliah di mana? Kami di Planologi Undip emang ada cerita macam
itu? Kami baru dengar lho
Bolang : sama dong? Kok gak pernah ketemu ya? Hehehe
Leon : semester kemaren kami ambil cuti..
Baling : ya sudah, yuk kita sama – sama aja..
Seketika itu muncul sosok misterius anak rambut gimbal. Bolang, Baling, Leon, dan Cimen penasaran tentang apa yang mereka lihat. Mereka mencoba melihat lebih dekat. Apakah ini yang disebut anak rambut gimbal?
· Scene 6 – munculnya anak rambut gimbal
Cerita : Bolang, Baling, Leon, dan Cimen melihat anak rambut gimbal di
salah satu candi
Lagu tema :
Lokasi : sekitar candi
Durasi : 3 menit
Dilaog
Cimen : eh apa itu? Kalian lihat ga?
Leon : iya itu... ada laki-laki... rambut nya gimbal
Bolang : eh iya... apa itu ya rambut gimbal? Coba kita dekati aja....
Leon : jangan... kami takut... sudah di sini aja...
Baling : ya biar kita sekalian tahu... ... eh di pergi... coba kejar...
( berempat lri mengejar)
Apakah yang mereka lihat itu adalah anak rambut gimbal? Benarkah mitos yang beredar di masyarakat sekitar adalah nyata? Lalu bagaimana kisah mereka berempat setelah melihat kejadian itu? Percayakah mereka tentang mitos anak rambut gimbal tersebut?
· Scene 7 – penjelasan ibu Inem
Cerita : Usaha Bolang, Baling, Leon, dan Cimen untuk mengejar sosok
Rambut gimbal tersebut gagal. Lalu mereka bertemu dengan ibu
Inem, penjaga warung setempat. Lalu di sanalah mereka
mendapatkan penjelasan dari ibu Inem
Lagu tema :
Durasi : 3 menit
Lokasi : warung
Dialog
Baling : aduh... capek... ke mana tadi larinya?
Bolang : udah biarin aja... ga mungkin juga kita masuk ke dalam hutan..
Leon : eh itu ada warung...coba kita ke sana dulu... istirahat.......
Ibu Inem : mau beli apa dek?
Bolang : es teh empat bu,,
Ibu Inem : adek – adek ini darimana? Kok sepertinya capek?
Leon : itu bu, kami tadi sempat liat ada laki-laki rambutnya gimbal... kami
penasaran,, kami kejar dia, tapi di masuk hutan
Ibu Inem : oh.. dia itu anak rambut gimbal... ( penjelasan ibu inem)
Baling : jadi anak rambut gimbal itu memang ada ya bu? Wah perlu kita
cari tahu ini...
Cimen : iya... ini kita juga penasaran...
Ibu Inem : kalau kalian pengen lebih tahu... datang saja kemari besok saat
bulan purnama
Bolang : baik bu, kami permisi dulu... terima kasih.... pareng hu..
Ibu inem : monggo-monggo...
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Pada penyusunan buku konsep tugas besar mata kuliah Teknik Komunikasi ini diharapkan bisa menambah wawasan kita semua terhadap beberapa macam fenomena budaya yang ada di sekitar kita. Kami mencoba untuk mengangkat tema yang unik ini ke kehidupan masyarakat luar untuk menambah wawasan kita bahwa ada sisi lain dari suatu budaya yang masih tumbuh dan dipercaya oleh mayarakatnya. Inilah salah satu pembuktian akan kekayaan wisata budaya nusantara yang dimiliki oleh bangsa kita, Bangsa Indonesia.
Selanjutnya tampilan akhir dari kelompok kami ini akan kami tampilkan poster, web dan film untuk memberikan kemudahan dalam mengapresiasikan konsep dari tugas kami ini.
4.2 Saran
Dalam pembuatan poster, website maupun film, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya:
1) Pemilihan dan penggunaan struktur kata-kata dan pola kalimat yang baik dalam pembuatan poster, website, film dan penyusunan laporan;
2) Pemilihan komposisi gambar, kata-kata dan warna yang tepat dalam pembuatan poster;
3) Perlunya kreatifitas dalam mengembangkan isi website yang menarik minat masyarakat atau bagi siapa yang mengunjungi website tersebut;
4) Perlunya ketelitian, kesabaran dan kreatifitas dalam melakukan pengeditan film agar memperoleh hasil yang maksimal;
5) Pengelolaan waktu yang lebih efektif dan efisien agar tugas dapat cepat selesai dan bisa dikumpulkan tepat waktu;
6) Kesediaan setiap anggota kelompok untuk berpartisipasi dalam pengerjaan tugas;
7) Menjaga kekompakan dalam tim ataupun kelompok.
DAFTAR PUSTAKA
Tanpa nama. 2010. “Anak Rambut Gimbal Titisan Penguasa Alam Ghaib”.dieng-indonesia.net/2010/04/anak-rambut-gimbal-titisan-penguasa-alam-ghaib/.Diunduh Sabtu, 9 April 2011.
Tanpa nama. 2009. “ANAK GIMBAL – Raja Tanpa Mahkota dari Dieng”. dieng.yogyes.com/id/see-and-do/other/anak-gimbal/ . Diunduh Sabtu, 9 April 2011.
Tanpa nama. 2010. “Fenomena Ruwatan Cukur Rambut Gembel Atau Gimbal”. www.diengplateau.com/2010/07/fenomena-ruwatan-cukur-rambut-gembel.html. Diunduh Minggu, 12 Juni 2011.



